Setelah Anda berhasil membuat VM pertama, langkah berikutnya adalah memasang sistem operasi server. Di tahap ini, Ubuntu Server menjadi pilihan terbaik untuk belajar karena dokumentasinya luas dan stabil untuk lab.
Jika VM Anda belum dibuat, mulai dari artikel ini: Cara Membuat VM Pertama di VirtualBox
Ubuntu Server populer untuk pemula dan profesional karena:
Dengan menguasai Ubuntu Server di VM, Anda membangun skill yang langsung relevan untuk dunia kerja.
Sebelum instalasi, siapkan komponen berikut:
Untuk pemahaman mode jaringan, baca juga: Panduan Lengkap Memahami Interface Jaringan di VirtualBox
Nyalakan VM yang sudah Anda siapkan. Pastikan ISO Ubuntu Server terpasang pada optical drive virtual. Saat VM boot, installer Ubuntu akan tampil.
Pilih opsi instalasi standar agar alur tetap sederhana untuk tahap awal.
Pada layar awal installer:
Jika Anda tidak yakin layout, gunakan opsi deteksi otomatis.
Umumnya installer akan mengambil IP dari DHCP secara otomatis.
Untuk lab pemula, gunakan DHCP dulu. Nanti setelah server aktif, Anda bisa beralih ke IP statis jika diperlukan.
Cek bahwa interface mendapat IP Address sebelum melanjutkan langkah berikutnya.
Pengaturan default biasanya sudah cukup untuk instalasi pertama.
Pilih opsi guided storage agar partisi dibuat otomatis oleh installer. Untuk latihan, ini paling cepat dan aman.
Jika Anda ingin latihan administrasi storage lanjutan, Anda bisa eksplorasi partisi manual pada artikel terpisah nanti.
Masukkan data berikut:
lab-ubuntu-01Gunakan pola penamaan host yang konsisten agar mudah dikelola saat jumlah VM bertambah.
Saat installer menampilkan opsi fitur tambahan, aktifkan OpenSSH Server. Ini penting agar nanti Anda bisa mengelola server jarak jauh via SSH.
Setelah instalasi selesai, reboot VM dan login menggunakan akun yang baru dibuat.
Setelah masuk ke shell Ubuntu Server, jalankan perintah dasar berikut:
sudo apt update && sudo apt upgrade -y
ip a
hostnamectl
Tujuannya untuk memastikan:
Agar server lab Anda rapi sejak awal, lakukan langkah tambahan ini:
sudo timedatectl set-timezone Asia/Jakarta
Snapshot awal ini penting sebagai titik rollback jika Anda bereksperimen dengan paket atau konfigurasi berisiko.
Untuk server yang akan diakses rutin, IP statis sering lebih praktis. Contoh konfigurasi netplan sederhana:
network:
version: 2
ethernets:
enp0s3:
dhcp4: false
addresses:
- 192.168.56.10/24
routes:
- to: default
via: 192.168.56.1
nameservers:
addresses: [1.1.1.1, 8.8.8.8]
Setelah ubah file netplan, jalankan:
sudo netplan apply
Catatan: nama interface bisa berbeda di VM Anda, jadi cek dulu lewat ip a.
Penyebab umum:
Solusi: pasang ulang ISO resmi, lalu reboot VM.
Penyebab umum:
Solusi: cek Settings VM > Network, aktifkan Adapter 1 dan pastikan mode valid.
Penyebab umum:
Solusi detail dibahas di: Panduan Port Forwarding VirtualBox untuk SSH dan Web Server
Lanjutkan pembelajaran Anda dari instalasi OS ke manajemen server:
Instalasi Ubuntu Server di VirtualBox adalah jembatan penting dari teori virtualisasi ke praktik administrasi server. Dengan satu VM Ubuntu yang sehat, Anda sudah bisa mulai latihan layanan nyata seperti SSH, web server, database, dan monitoring.
Langkah paling efektif setelah artikel ini adalah memastikan akses SSH berjalan stabil, lalu mulai men-deploy layanan sederhana untuk membangun portofolio lab Anda.